SEKITAR PERHAKIMAN DAN PEMBINAAN KALIGRAFI MUSABAQAH KHAT AL-QUR’AN (MKQ)

Written by Drs H Didin Sirojuddin AR, M.Ag on Jumat, 21 November 2008 at 05.58

Mukadimah: Mengenal MKQ dan Sejarahnya

Musabaqah Khat Al-Qur’an (MKQ) adalah cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang menekankan kepada kemahiran menulis dan/atau melukis ayat-ayat Al-Qur’an. MKQ yang bertujuan mendidik untuk melahirkan para khattat dan pelukis kaligrafi mahir dan profesional, memiliki peranan dan fungsi dalam kehidupan individu dan sosial pesertanya. Dalam fungsi-fungsi individual, MKQ berperan sebagai sarana komunikasi, sumber usaha, dan wahana ekspresi yang penuh nilai estetika. Sedangkan dalam fungsi-fungsi sosialnya MKQ membuka jalan dan mendorong semakin banyak digunakannya kaligrafi untuk segala kepentingan seperti dekorasi mesjid dan panggung-panggung atraksi, penulisan buku-buku pelajaran, mushaf Al-Qur’an, majalah, koran, dan sarana-sarana informasi tekstual dan visual seperti advertensi dan pameran. Kaligrafi juga difungsikan untuk medium-medium seni dan sarana peralihan kebudayaan dan peradaban.


Untuk pertamakalinya kaligrafi dikompetisikan dalam bentuk sayembara pada MTQ Nasional ke-12 tahun 1981 di Banda Aceh disusul kemudian MTQ Nasional ke-13 tahun 1983 di Padang. Materi lombanya adalah penulisan ayat-ayat Al-Qur’an dalam bentuk naskah hitam putih dengan tinta cina hitam. Dalam MTQ Nasional ke-14 tahun 1985 di Pontianak, kaligrafi tidak disayembarakan dan hanya didemonstrasikan di kain spanduk di muka umum. Kaligrafi barulah dilombakan secara langsung dengan diikuti utusan yang mewakili kafilah Propinsi pada MTQ Nasional ke-15 tahun 1988 di Bandar lampung dan MTQ Nasional ke-16 tahun 1991 di Yogyakarta untuk mengerjakan karya Penulisan Buku, Penulisan Dekorasi, dan Penulisan Hiasan Al-Qur’an tanpa membedakan kelas putra dan putri. Pada MTQ Nasional ke-17 tahun 1994 di Pekanbaru dan MTQ-MTQ Nasional selanjutnya, peserta MKQ diwakili oleh putra dan putri dari setiap Propinsi untuk masing-masing mengerjakan karya Golongan Naskah, Hiasan Mushaf, dan Dekorasi.

Dalam rentang waktu tersebut, telah terjadi perubahan dan kemajuan kualitas estetis karya peserta seiring modifikasi-modifikasi aturan musabaqah. Keadaan tersebut mendorong diperlukannya pembinaan perhakiman dan pelatihan peserta yang intensif dan terstruktur untuk pengembangan cabang MKQ terlebih pengembangan kaligrafi secara lebih khusus di seluruh wilayah Indonesia.

Penampilan dan Masalah Perhakiman

Beberapa karakter yang merupakan “plus-minus” cabang MKQ menonjol antara lain dalam beberapa hal berikut:
  1. Peralatan musabaqah yang rumit dan beragam terdiri dari aneka jenis kalam dan cat dengan aneka medianya seperti kertas dan triplek.
  2. Waktu pengerjaan yang panjang (6 sampai 8 jam)
  3. Hasil karya yang permanen sehingga dapat dilihat dan dinilai secara terbuka oleh semua pihak setiap saat.
Ciri-ciri ini merupakan modal untuk mengukur metode penilaian dan kapabilitas Dewan Hakim MKQ sehingga dapat memilih, memilah, dan memutuskan karya-karya unggulan secara cermat dan akurat. Dari tiga ciri di atas, ada empat tuntutan yang harus dipenuhi Dewan Hakim MKQ, yaitu:
  1. Mengenal baik peralatan musabaqah (dari ukuran dan potongan kalam hingga warna-warna primer dan tertier cat pilihan peserta) karena menentukan kualitas hasil karya.
  2. Menilai dengan cermat dan tidak terburu-buru dengan “menyisir” semua karya secara berulang untuk mengklasifikasi karya-karya terpilih dan tersisih.
  3. Sanggup menentukan secara tepat karya-karya unggulan berdasarkan pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisa, dan evaluasi, sehingga dapat menghindarkan kontroversi dan klaim dari semua pihak.
  4. Sanggup menerangkan alasan-alasan di balik pemilihan karya-karya unggulan dan menjelaskan kelebihan serta kekurangan setiap karya yang dinilainya.
Persyaratan tersebut diperlukan dan dapat dipenuhi hanya apabila Dewan Hakim MKQ benar-benar ahli di bidangnya dan/atau berpengalaman sebagai khattat dan seniman yang banyak mengikuti eksibisi lomba dan mengikuti perkembangan karya peserta di lapangan. Dengan demikian, kemahiran pokok yang harus dimiliki Dewan Hakim MKQ adalah:
  1. Menguasai gaya-gaya khat yang dilombakan (Naskhi, Sulus, Diwani, Diwani Jali, Farisi, Kufi, dan Riq’ah).
  2. Berwawasan luas dalam bidang seni rupa (teori warna, teori garis, unsur komposisi, unsur bentuk, ornamen, dan arabesk).
Peningkatan kualitas estetis Dewan Hakim ini sangat diperlukan, seiring dengan semakin meningkatnya kualitas karya peserta yang dapat dilihat dari hal-hal berikut:
  1. Peserta semakin menguasai huruf-huruf untuk aliran-aliran khat yang dilombakan.
  2. Ornamen yang digunakan pada Golongan Hiasan Mushaf dan Dekorasi rata-rata bagus, semakin variatif, dan kaya nuansa.
  3. Peserta semakin memahami aturan dan teknik musabaqah yang nampak baik dari ketepatan hasil karya dengan isyarat soal maupun pedoman musabaqah.
  4. Pendidikan rata-rata peserta meningkat dengan mayoritas mahasiswa, sehingga memperkaya wawasan dan gagasan yang dapat dilihat dalam karyanya yang semakin bermutu.
Tidak selalu peningkatan kualitas peserta ini diikuti oleh peningkatan kualitas Dewan Hakim yang kerapkali “kalah terampil” dibandingkan peserta. Jika peserta lebih maju, adalah karena ditunjang oleh keterlibatan mereka dalam lomba-lomba kaligrafi, latihan-latihan secara pribadi atau via sanggar, buku-buku kaligrafi yang semakin mudah diperoleh, aktifitas sehari-hari dalam berkarya di pelbagai media, dan tambah derasnya informasi seni rupa termasuk kaligrafi melalui pameran-pameran. Di sisi lain, umumnya Dewan Hakim MKQ semakin ketinggalan, karena -- berbeda dengan peserta yang gigih berlatih untuk lomba -- umumnya tidak sengaja memperdalam kaligrafi meskipun hanya untuk tujuan menambah bekal dalam perhakiman.

Untuk itu, Dewan Hakim MKQ harus memiliki ilmu yang memadai dan menguasai teknik tentang obyek yang dinilai, sehingga hasil penilaiannya obyektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Teknik Penilaian
Berdasarkan Pedoman Perhakiman Cabang Khat Al-Qur’an, Dewan Hakim MKQ menilai dua sub pokok materi, yaitu huruf dan ornamen untuk tiga golongan musabaqah, yaitu:
  1. Golongan Naskah (penguasaan huruf)
  2. Golongan Hiasan Mushaf (penguasaan huruf dan ornamen)
  3. Golongan Dekorasi (penguasaan huruf dan ornamen).
Secara rinci, penilaian untuk tiga golongan musabaqah tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
Penilaian huruf diarahkan kepada:
  1. Bidang kebenaran kaedah mencakup: bentuk dan proporsi huruf, jarak spasi dan letak huruf, serta keserasian dan komposisi huruf untuk gaya-gaya khat Naskhi, Sulus, Diwani, Diwani Jali, Farisi, Kufi, dan Riq’ah yang dilombakan.
  • Bidang estetika atau keindahan khat mencakup: kekayaan imajinasi dalam mengolah, kebersihan, dan kehalusan.
  • Mencermati kecenderungan peserta yang memilih “mazhab guru” atau gaya-gaya yang disukainya (seperti gaya Hasyim Muhammad al-Baghdadi, Hamid al-Amidi, Muhammad Syauqi, Muhammad Izzat, Mustafa Gazlan Bek atau Mustafa Raqim untuk pola-pola goresan huruf yang menandakan perbedaan stil dan orientasi).
  1. Penilaian Ornamen atau hiasan diarahkan kepada:• Bidang keindahan hiasan mencakup: kekayaan imajinasi dan tatawarna, keserasian format, kebersihan, dan kehalusan.• Mencermati kecenderungan peserta yang memilih ragam hias Nusantara, arabesk, atau kombinasi warna yang beranekaragam yang menandakan wawasan rupa yang berbeda-beda.
Skor nilai untuk masing-masing golongan adalah sebagai berikut:
  1. Bobot nilai Golongan Naskah maksimal 100 (Kebenaran Kaedah Khat 60 dan Keindahan Khat 40).
  2. Bobot nilai Golongan Hiasan Mushaf dan Golongan Dekorasi masing-masing maksimal 100 (Kebenaran Kaedah Khat 35, Keindahan Khat 25, dan Keindahan Hiasan 40).
Berbeda dengan cara penilaian tilawah, tahfizh, syarhil, fahmil atau tafsir yang menggunakan sistem auditif melalui pendengaran yang diproses satu-persatu secara bergiliran, proses penilaian khat dapat dilakukan serentak dengan sistem fisual melalui penglihatan langsung dalam waktu tak terbatas dengan penyisiran yang berulang-ulang. Dengan demikian, asal Dewan Hakim menguasai teknik dan materi musabaqah, kekeliruan penilaian (seyogianya) tidak akan terjadi karena:
  1. Penilaian seluruh karya secara serentak memudahkan mengklasifikasi karya-karya unggulan dan karya-karya tersisih: dimulai pada babak penyisihan dengan memilih 10 besar, kemudian 6 besar, terakhir 3 besar. Pada babak final, urutan 1, 2, dan 3 ditentukan dengan keriteria dan cara penilaian yang sama.
  2. Karya-karya yang dipampang di satu lokasi lomba dapat dilihat secara jelas sehingga dapat diketahui yang bagus dan tidak bagus secara jernih.
  3. Lamanya waktu tak terbatas selama penilaian, memberi kesempatan mengulang atau mengevaluasi ulang penilaian, sehingga hasil akhir penilaian benar-benar obyektif dan akurat.
  4. Proses penilaian dengan waktu tak terbatas dan berulang-ulang yang menghasilkan angka-angka obyektif dan akurat ini menunjukkan tim penilai MKQ sangat bisa kualified, professional, dan proporsional.
Sungguhpun metode perhakiman MKQ sangat potensial untuk menghasilkan penilaian yang akurat, realisasinya di lapangan tidaklah selalu mudah karena terkait dengan “hakim ideal” yang ahli sekaligus jujur. Persyaratan “hakim ideal” tersebut tidak selalu mudah dikabulkan, terlebih bagi hakim-hakim daerah yang tidak terjangkau pembinaan atau informasi perkembangan kaligrafi yang cukup. Sementara masalah kejujuran acapkali samar karena tertutup kemutlakan dan kebebasan Dewan Hakim dalam menilai.

Mengingat banyaknya persoalan berkenaan dengan masalah kemampuan, banyak cara mengupgrade Dewan Hakim MKQ, baik secara terkordinasi oleh lembaga yang berkompeten sepeti LPTQ maupun dengan cara belajar mandiri. Beberapa hal berikut dapat dijadikan kunci untuk mencapai tujuan tersebut:
  1. Mengadakan kaderisasi Dewan Hakim MKQ melalui penataran-penataran atau pemberian tugas-tugas PR (seperti pembuatan karya-karya yang menggambarkan tugas MKQ) yang diperiksa oleh tim ahli tunjukan LPTQ.
  2. Pendalaman wawasan yang diusahakan oleh hakim sendiri dengan membaca sebanyak mungkin buku-buku kaligrafi dan merekonstruksi hasil karya peserta MKQ di arena musabaqah. Cara terakhir dapat dibuat melalui dokumentasi foto untuk diketahui desain, gaya, dan orientasinya masing-masing.
  3. Untuk memperdalam bahasa rupa dan iluminasi atau ornamen, cara yang tepat adalah dengan studi banding dan pengamatan atas karya-karya seni rupa atau lukisan di buku-buku atau katalog-katalog seni rupa, dekorasi di dinding-dinding masjid, ragam iluminasi mushaf Al-Qur’an, dan pameran-pameran seni rupa.
  4. Keterlibatan hakim (berdasarkan keahliannya di bidang kaligrafi) dalam pembinaan kader-kader daerah akan membantu meningkatkan pengetahuan dan keahliannya.
  5. Memperbanyak dialog dengan para khattat, pelukis, dan ahli seni dalam rangka konsensus menentukan suatu karya yang bagus, ideal, dan sesuai dengan norma-norma musabaqah.
Beberapa masalah tersebut dapat dijadikan bekal untuk “memahami lebih jauh” seni khat melalui perhakiman MTQ. Pengembangan lebih lanjut, sudah tentu, dapat diperoleh hanya melalui pengalaman panjang di lapangan.

Metode Pembinaan Kaligrafi

Kaligrafi yang dilombakan dalam MKQ memiliki tujuan-tujuan pengajaran, pendidikan, estetis, praktis, dan ekonomis. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut diperlukan metode yang intensif dan terstruktur, sehingga pengembangannya menjangkau seluruh elemen yang mencakup pembentukan kader, rotasi kegiatan yang kontinyu, dan membuahkan hasil yang kongkrit.
Jangkauan pengembangan ini, jika disimpulkan, mencakup pembinaan “tiga pilar kaligrafi” sebagaimana dikatakan oleh Ali ibn Abi Thalib:

اَلخَطُّ مخْفِيٌّ فى تَعْلِيْمِ اْلأُسْتَاذِ، وَقِوَامُهُ فى كَثْرَةِ اْلمَشْقِ، وَدَوَامُهُ عَلى دِيْنِ الإِسْلاَمِ

“Kaligrafi itu tersirat dalam pengajaran guru, tegak profesionalnya tergantung banyak latihan, dan kekekalannya adalah pada pengamalan agama Islam.”

Ini berarti pembinaan harus diarahkan kepada tiga hal:
  1. Guru, pelatih, instruktur, official, atau juri kaligrafi yang mumpuni karena akan menentukan sukses tidaknya pembinaan.
  2. Latihan-latihan gencar dan intensif murid di bawah bimbingan gurunya.
  3. Menjamin tambah profesionalnya pembinaan dengan lahirnya hasil karya untuk pelbagai kepentingan agama seperti lukisan kaligrafi Al-Qur’an atau kegiatan MTQ.
Struktur pembinaannya harus melalui tiga jenjang:

1. Pembinaan Jangka PendekJangka waktunya 1 (satu) tahun dan diarahkan untuk menciptakan pelbagai aktivitas kaligrafi tahunan seperti pada MTQ Tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/Kota, dan Propinsi dan lomba-lomba kaligrafi pada Peringatan Hari-hari Besar Islam dan Nasional.

Pembinaan untuk kepentingan jangka pendek ini dikelola oleh Pemda Tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, dan Kabupaten/Kota dengan agenda pelatihan kader peserta, pelatih, dan dewan hakim kaligrafi Tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, dan Kabupaten/Kota menjelang pelaksanaan kegiatan.

2. Pembinaan Jangka Menengah

Jangka waktunya 2 (dua) tahun dan difokuskan untuk meraih prestasi Nasional dan Internasional dalam pelbagai event lomba dan perhelatan akbar kaligrafi seperti MTQ Nasional, Pospenas, MTQ Mahasiswa Nasional, dan lomba-lomba kaligrafi berskala ASEAN di Brunei Darussalam dan Internasional di Turki. Kegiatan pembinaan jangka menengah ini dikelola oleh Pemda Tingkat Propinsi termasuk untuk kegiatan yang bersifat pendelegasian atas nama Pemerintah Pusat.
Konsentrasi pembinaan diarahkan kepada kegiatan-kegiatan yang mencakup:
  • Seleksi kader MTQ Nasional duta Propinsi melalui pemusatan latihan berjenjang.
  • Pelatihan para calon peserta Peraduan Menulis Khat ASEAN dan International Calligraphy Competition.
  • Seleksi dan pelatihan duta Pospenas dan MTQ Nasional Mahasiswa.
  • Mengadakan penataran official, pelatih, dan Dewan Hakim kaligrafi.
3. Pembinaan Jangka Panjang

Jangka waktunya 5 (lima) tahun dan merupakan pembinaan permanen yang dilaksanakan di seluruh institusi pendidikan dan latihan (diklat) yang berkompeten. Pengelola program ini adalah Pemda Tingkat Propinsi bekerjasama dengan lembaga-lembaga diklat professional.
Pusat-pusat pembinaan jangka panjang ini ialah:
  • Sekolah dan perguruan tinggi dengan memasukkan kaligrafi sebagai mata pelajaran muatan lokal (mulok) dan ekstra kurikula.
  • Sanggar-sanggar kaligrafi untuk dijadikan tempat latihan berkarya.
  • Masjid dan beberapa lembaga pendukungnya seperti DKM, BKPRMI, dan majlis ta’lim untuk rekrutmen peserta binaan.
Cakupan materi dan kegiatan pembinaan jangka panjang yang bersifat permanen ini bertujuan membentuk para kader khattat/kaligrafer professional yang akan mengisi aneka aktivitas kaligrafi di Tingkat Desa/Kelurahan sampai Tingkat Nasional dan Internasional, dan jadi modal kader pembinaan jangka pendek dan menengah.

Pembinaan jangka panjang yang diplot untuk “waktu seterusnya” merupakan “pembinaan semesta” yang mencakup seluruh aspek perkaligrafian yang dibutuhkan. Agendanya terdiri dari:

a). Kegiatan primer, mencakup pembelajaran kaligrafi di sekolah/perguruan tinggi dan latihan di sanggar kaligrafi. Materinya adalah:
  • Pendalaman huruf dan penguasaan seluruh aliran kaligrafi.
  • Penguasaan aneka teknik melukis dengan segala bahan.
  • Pengembangan skil untuk membuat karya-karya di pelbagai media (seperti kertas, kanvas, kaca, kayu, stucco, dan lain-lain).
b) Kegiatan sekunder, ditujukan untuk menopang dan mengembangkan hasil dan kemampuan yang diperoleh pada kegiatan primer. Aktivitas kegiatan sekunder terdiri dari:
  • Pameran atau pergelaran kaligrafi untuk melatih apresiasi khattat dan penonton, sekaligus sebagai ajang penjualan karya.
  • Lomba kaligrafi antar pelajar dan mahasiswa peserta pembinaan sebagai ajang peningkatan mutu karya dan latihan berkompetisi.
  • Forum diskusi seni untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman seni, budaya, dan sejarah Islam agar peserta terdorong lebih kreatif berkarya.
  • Rekreasi seni dengan kegiatan melukis di alam terbuka seperti pantai atau gunung, demonstrasi kaligrafi di muka umum, dan kunjungan ke pameran dan tokoh kaligrafi.
  • Kewirausahaan dengan memasarkan karya hasil produksi peserta.
Ikhtitam

Begitu besarnya minat kaula muda terhadap kaligrafi, sehingga pembinaannya terasa amat mendesak. Potensi tersebut berimplikasi tidak hanya kepada perlunya pembinaan para pelajar muda tersebut, tetapi juga kepada para guru, pelatih, official, dan Dewan Hakim yang secara langsung terlibat di dalamnya.

Karena itu pembinaan tersebut harus menyeluruh dan sepanjang waktu meliputi semua aspeknya, dan pelaksanaannya tidak setengah-setengah atau hanya untuk kepentingan temporer seperti MTQ Nasional yang tidak datang setiap saat.

Jika pembinaan dilaksanakan serentak untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, maka akan lahir kader-kader yang tangguh sehingga mekanisme kegiatan kaligrafi apa pun akan mudah dilaksanakan dengan hasil sesuai harapan.
Insya Allah.

*Disampaikan pada acara Pelatihan Dewan Hakim Kaligrafi se-Provinsi Riau, 14-15 Desember 2007, di Pekanbaru
Selengkapnya...

Pameran Bersama dan Tunggal

Written by Drs H Didin Sirojuddin AR, M.Ag on Senin, 17 November 2008 at 06.32

1986

  • “Pameran Kaligrafi Ramadhan”, Hotel Mandarin, Jakarta (27-30 Mei 1985)
1987
  • “Pameran Kaligrafi Islam”, Lemka-PPII Masjid Istiqlal, Jakarta (28 Januari-14 Pebruari 1987)
  • “Pameran Seni Lukis dan Kaligrafi Islam”, Masjid Al-Ghiffari IPB, Bogor (12-15 Mei 1987)
  • “Pameran Kaligrafi Islam”, Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA), Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Selatan (10-17 Oktober 1987)
  • “Pameran Kaligrafi Perhelatan Lemka, IKAPI Jaya, KNPI Jakarta, dan Pemuda & Nasyiatul Aisyiyah Muhammadiyah Jakarta”, Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (1 Nopember 1987)
  • “Pameran Kaligrafi Bernuansa Islam”, Fakultas Sastera UI, Depok (17 Desember 1987)
1988
  • “Pameran Tulisan dan Lukisan Kaligrafi”, Perguruan Islam Al-Azhar, Jakarta (29 Januari 1988)
  • “Pameran Kaligrafi”, Universitas Jaya Baya-Lemka, Taman Ismail Marzuki, Jakarta (29 Pebruari-1 Maret 1988)
  • “Gelar Lukisan Kaligrafi” pada Seminar Sehari “Profesionalisme dalam Islam”, LPKIA, Bali Room Hotel Indonesia, Jakarta (2 April 1988)
  • “Pameran Kaligrafi” pada “Pameran Buku Islam MDI”, Balai Sidang Senayan, Jakarta (12-17 April 1988)
  • “Pameran Kaligrafi”, Masjid Ni’matul Ittihad, Pondok Pinang, Jakarta (3-6 Mei 1988)
  • “Pameran Kaligrafi”, Kantor DPP Golkar, Jakarta (15 Oktober 1988)
  • “Pameran Kaligrafi”, Lemka-IKIP Rawamangun, Jakarta (1-5 Nopember 1988)
  • “Pameran Kaligrafi, Busana, dan Lomba Kaligrafi Festival Suuq Ukkaz”, Lemka-SEMA Fakultas Adab IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (12 Nopember 1988)
1989
  • “Pameran Kaligrafi”, Perum Bukit Pamulang, Bogor (1-5 Maret 1989)
  • ‘Pameran Kaligrafi Alquran”, Pondok Pesantren Al-Mukhlisin, Bogor (17-19 Maret 1989)
  • “Pameran Kaligrafi Kongres Nasional PGRI XVI, Istora Senayan, Jakarta (3-8 Juli 1989)
1990
  • “Pameran Kaligrafi 1411 Hijriyah”, Masjid Istiqlal, Jakarta (28 Agustus 1990)
1991
  • “Pameran Kaligrafi Islami MTQ Nasional XVI”, Benteng Vredeburgh, Yogyakarta (4-10 Pebruari 1991)
1992
  • “Pameran Pekan Kreativitas Pemuda”, Gedung Pemuda, Jakarta (24-27 Oktober 1992)
1993
  • “Pameran Pekan Khasanah Islam”, Jam’iyyatul Hujjaj Kudus/IPHI Kabupaten Kudus, Kudus (20-27 September 1993)
1994
  • “Exhibition of Islamic Calligraphy Painting”, The Hilton Executive Club, Jakarta (16-24 Pebruari 1994)
  • “Pameran Wajah Seni Lukis Islami”, Gedung Pameran Depdikbud, Jakarta (9-16 Agustus 1994)
1995
  • “Pameran Lukisan Gurat Ramadhan”, Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta (30 Januari-6 Februari 1995)
  • “Pameran Kaligrafi dan Gelar Kreativitas Muslimah II”, Rohis IKPD Fakultas Sastera UI, Depok (3-6 Mei 1995)
  • “Pameran Wajah Seni Lukis Islami Indonesia II”, Gedung World Trade Center, Jakarta (12-22 Juni 1995)
  • “Pameran Kaligrafi Muharram 1416 H”, Sekolah Al-Azhar Rawamangun, Jakarta (14-19 Juni 1995)
  • “Pameran Pekan Muharram 1416 H”, Kampus STAN Prodip Keuangan Jurangmangu, Tangerang (19-22 Juni 1995)
  • “Pameran Pekan Budaya Islam”, Kampus UIA, Jakarta (10 Juli 1995)
  • “Pameran Budaya Islam”, Lemka-Fakultas Adab IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (11-17 September 1995)
  • “Pameran Bursa & Pameran Performance Seni ‘95”, Lobby Hotel Sahid Jaya, Jakarta (29 September 1995)
  • “Exhibition of Istiqlal Contemporary Art Festival Istiqlal II 1995”, Masjid Istiqlal dan National Gallery, Jakarta (23 September-18 Nopember 1995)
1996
  • “Pameran Seni Lukis Islami III”, Gedung World Trade Center, Jakarta (15-27 Mei 1996)
  • “Pameran dan Lomba Kaligrafi Hari Anak Nasional”, PP Fatayat NU, Taman Mini Indonesia Indah Jakarta (23 Juli 1996)
  • “Pameran Nuansa Islami”, Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI), Taman Ismail Marzuki, Jakarta (15-18 Oktober 1996)
  • “Halal Product Exhibition, Islamic Book Fair Mini Exhibition Kadin OKI”, Jakarta Convention Center, Jakarta (21 Oktober 1996)
  • “Pameran Kaligrafi Dinamika Pemuda”, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gedung Pemuda Jakarta (25-27 Oktober 1996)
  • “Pameran Seni Lukis Kaligrafi’, Kampus Universitas Trisakti, Jakarta (9 Desember 1996)
  • “Pameran Lukisan Seni Islami”, Kampus UIA Jatiwaringin, Bekasi (16 Desember 1996)
1997
  • “Pameran Kaligrafi dan Lukisan Islami MTQ Nasional XVIII”, Lemka-Taman Budaya Jambi, Kota Jambi (9-15 Juli 1997)
  • “Pameran Seni Lukis Bernuansa Islam IV”, Gedung Pasaraya Sarinah Blok M, Jakarta (20-27 Agustus 1997)
1998
  • “Pameran Kaligrafi dalam Lomba Ceramah Mirip K.H. Zainuddin MZ”, Pujianpada-Lemka-Radio Asy-Syafi’iyah-Bens Radio, Masjid As-Salam, Ciputat (5-6 Januari 1998)
  • “Pameran Studi Kaligrafi Alquran”, Lemka Mulia Pondok Pinang, Jakarta (7-14 Desember 1998)
1999
  • “Gelar Kaligrafi Training Manajemen Sanggar”, LEPSISKA Cianjur, Cianjur (19 September 1999)
  • “Pameran Tunggal Kaligrafi Ramadhan”, Bank of Tokyo, Jakarta 15-20 Desember 1999)
2000
  • “Pameran dan Bazar Kaligrafi MTQ Nasional XIX”, Lemka-LPTQ Propinsi Sulawesi Tengah, Palu (2-8 Juni 2000)
  • “Pameran Kaligrafi dan Lukisan Nuansa Islami”, Lobby Menara Kebon Sirih, Jakarta (28 Agustus-2 September 2000)
2001
  • “Pameran Kaligrafi Peresmian Asrama Putera IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta”, Ciputat (26 Juni 2001)
  • “Pameran Kaligrafi Produk Pesantren Pospenas I 2001”, Ma’had Al-Zaytun, Indramayu (28 Oktober-1 Nopember 2001)
  • “The 9th International Qur’anic Exhibition”, Teheran (24 Nopember-2 Desember 2001)
2002
  • “Pameran Kaligrafi”, Jurusan BSA IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (24 April 2002)
  • “Pameran Seni Kaligrafi Islam Seniman Nasional”, Jam’iyyatul Hujjaj Kudus-IPHI Kabupaten Kudus (10-13 Juli 2002)
  • “Pameran Kaligrafi I’tikaf Madani ICMI”, Masjid At-Tin Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (27 Juli 2002)
  • ‘Pameran Kaligrafi Bazar Propesa 2002”, Lemka-HIQMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (14-17 Agustus 2002)
  • “Pameran dan Bazar MTQ DKI Jakarta”, Gedung Remaja Bulungan, Jakarta (19 September 2002)
  • “Pameran dan Bazar Busana Inspirasi Islam”, Gedung Musium Nasional, Jakarta (2-9 Oktober 2002)
  • “Pameran Produk Pesantren se-Indonesia”, Departemen Agama RI, Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta (11-18 Agustus 2002)
  • “Pameran Kaligrafi Rakernas PPP Reformasi”, Jakarta (11-15 Nopember 2002)
  • “Pameran Lukisan Nuansa Kaligrafi Ramadhan”, Lobby Menara Kebon Sirih, Jakarta (11-15 Nopember 2002)
  • “Pameran Kaligrafi Alquran Silaturahmi Pimpinan Ormas”, Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta (25-29 Nopember 2002)
2003
  • “Pameran Tunggal Kaligrafi Untuk Kemanusiaan”, Hotel Gran Melia, Jakarta (4-11 Mei 2003)
  • “Exiting Indonesia Solo Exhibition 2003”, Sarjah Uni Arab Emirat (16-20 September 2003)
  • “Pameran Tunggal Kaligrafi Syukuran PKS”, Hotel Sahid Jaya, Jakarta (18 September 2003)
  • “Pameran Kaligrafi Festival Seni Budaya Islam Nusantara 2003”, Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (4-14 Oktober 2003)
  • “Pameran Tunggal Nuansa Kaligrafi Ramadhan 1424 H”, Galeri Seni Islam Insan, Jakarta (1-24 Nopember 2003)
2004
  • “Pameran Tunggal Kaligrafi Silaturahmi IKPM Gontor”, Hotel Sahid Jaya, Jakarta (11 Januari 2004)
  • “Pameran Kaligrafi Pelatihan Peserta MTQ Kabupaten Karawang”, Karawang (12-16 Pebruari 2004)
  • “Pameran Kaligrafi Islami MTQ Jabar 2004”, Kota Bogor (2-8 Maret 2004)
  • “Pameran Kaligrafi Festival Alfu Laila wa Laila”, Fakultas Ilmu Budaya UI, Depok (15-17 Maret 2004)
  • “Pameran Kaligrafi Arsitektur”, Fakultas Teknik UMJ Cempaka Putih, Jakarta (15-20 Maret 2004)
  • “Pameran Kaligrafi Adab Show 2004”, Fakultas Adab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (30 Maret 2004)
  • “Pameran Kaligrafi Kreasi Santri”, Pondok Pesantren Dar el-Qolam, Tangerang (30 April 2004)
  • “Pameran Kaligrafi Festival Budaya Sinbad”, Fakultas Ilmu Budaya UI, Depok (10 Mei 2004)
  • “Pameran Kaligrafi Art for Peace and Humanity”, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (19 Juni 2004)
  • “Pameran Kaligraf dan Lukisan Islami”, Galeri Seni Islam Insan, Jakarta (18 Juli-5 Agustus 2004)
  • “Pameran Lukisan Nasional II Damai Bumiku Satulah Negeriku”, LSBNU/LESBUMI, Kantor PBNU, Jakarta (9-16 Oktober 2004)
  • “Pameran Seni Rupa Islami”, Galer Cipta II Taman Ismail Marzuki, Jakarta (19-25 Oktober 2004)
  • “Pameran dan Pentas Seni Islami”, Reyhan Sahpuan, ITC Cempaka Mas, Jakarta (15-21 Oktober 2004)
  • “Pameran Kaligrafi Gema Ramadhan 1425 H”, Masjid Al-Falah Kantor Pajak Serpong, Tangerang (29 Oktober 2004)
  • “Festival Kaligrafi”, LDK FAH-Lemka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (30 Oktober 2004)
  • “Pameran Seni Rupa Nasional Refrensi Estetik”, Pekan Budaya & Lustrum ke-8 Universitas Negeri Surabaya, Gedung Pameran Utama FBS-UNESA, Surabaya (6-18 Desember 2004)
2005
  • “Pameran Kaligrafi Muharram Expo”, Universitas Nasional, Jakarta (10-14 Maret 2005)
  • “The ASEAN Qur’an Calligraphy Exhibition 2005 And the Islamic Centre Festival”, Masjid Islamic Centre Jakarta Utara (15-20 April 2005)
  • “Pameran Kaligrafi Festival Masjid-masjid Bersejarah Nusantara dan ASEAN”, Masjid Agung At-Tin Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (26-29 Juni 2005)
  • “Pameran Kaligrafi Gebyar Ramadhan 1426 H”, Plaza Senayan Jakarta (5-10 Oktober 2005)
  • “Expo and Apreciation of Calligraphy of Ramadhan”, Plaza Indonesia “Sogo” Jakarta (8-18 Oktober 2005)
  • “Pameran Kaligrafi Ramadhan D. Sirojuddin AR & Badrus Zaman”, Menara Kebun Sirih/Gd. Bimantara Jakarta (10-15 Oktober 2005)
  • “Pameran Lukisan Islami & Dialog Mencari Kebenaran dan Mencari Islam Yang Benar”, Hotel Sahid Jakarta (19 Oktober 2005)
2006
  • “Eksibisi dan Demonstrasi Kaligrafi Jakarta”, Kantor Walikotamadya Jakarta Utara (13-14 Desember 2006)
  • “Iranian Islamic Art Exhibition”, Galeri Nasional, Jakarta (18-24 Desember 2006)
2007
  • “Islamic Art Fair 2007” Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (7-10 Mei 2007)
  • “Pameran Kaligrafi Jakarta”, dalam Seleksi Juara MKQ Kader DKI Jakarta ke MTQ Nasional XXII/2008, LPTQ DKI Jakarta (4-11 September 2007)
  • “Pameran Kaligrafi Nuansa Ramadhan 1428 H”, Lemka-Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta, Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki, Jakarta (25-30 September 2007)
  • “Pameran Pesona Melonia Ramadhan 2007”, Hotel Crown Plaza, Jakarta (1-7 Oktober 2007)
  • “Indonesia Kaligrafi Expo 2007”, Mal Arta Gading, Jakarta Utara (1-10 Oktober 2007)
2008
  • “Festival Kaligrafi Islam”, Mal Arta Gading, Jakarta Utara (12-13 Agustus 2008)
  • “Pameran Kaligrafi Ramadhan 1429 H”, Menara Bank Mega, Jakarta Selatan (15-19 September 2008)
Selengkapnya...

Penjurian Lomba Kaligrafi

Written by Drs H Didin Sirojuddin AR, M.Ag on at 06.11

1983

  • Dewan Hakim Sayembara Kaligrafi MTQ Nasional XIII, Padang, Sumatera Barat (23-31 Mei 1983)
1986
  • Ketua Dewan Juri Lomba Kaligrafi Antarsekolah se-Jaksel, Lemka-SEMA Fakultas Adab IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (13 April 1986)
  • Ketua Dewan Juri Lomba Kaligrafi Mahasiswa, Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) Jakarta (27 Nopember 1986)
1987
  • Ketua Dewan Juri Musabaqah Kaligrafi Istiqlal, Masjid Istiqlal, Jakarta (31 Januari 1987)
  • Ketua Dewan Juri Lomba Kaligrafi Fakultas Sastera UI, Depok (17 Desember 1987)
1988
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Nasional XV, Bandar Lampung, Lampung (8-14 Pebruari 1988)
  • Ketua Dewan Juri Lomba Kaligrafi Antar Perguruan Tinggi dan SLTA se-Jakarta, Universitas Jaya Baya, Jakarta (27 Pebruari 1988)
  • Ketua Dewan Juri Lomba Kaligrafi Festival Suq Ukkaz, Lemka-SEMA Fakultas Adab IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (12 Nopember 1988)
1989
  • Kordinator Juri Lomba Kaligrafi TK Kandepag Jakarta Selatan (9 Januari 1989)
1990
  • Ketua Dewan Juri Lomba Kaligrafi Antar Pelajar dan Mahasiswa se-Jabotabek, Lemka-Fakultas Adab IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (14 Maret 1990)
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Tk. Provinsi DKI Jakarta (19-22 Desember 1990)

1991
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Nasional XVI, Yogyakarta (4-10 Pebruari 1991)
  • Ketua Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Tk. Kecamatan Ciputat (13 Agustus 1991)
  • Kordinator Juri Kaligrafi Festival Istiqlal I 1991, Masjid Istiqlal, Jakarta (15 Oktober-15 Nopember 1991)
1992
  • Kordinator Juri Lomba Kaligrafi Bistek Fair, IKAPI-Lemka, Balai Sidang Senayan Jakarta (14 Pebruari 1992)
  • Ketua Juri Lomba Kaligrafi Hari Anak Nasional, PP Fatayat NU-Lemka, Taman Monas, Jakarta (9 Agustus 1992)
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Tk. Provinsi DKI Jakarta (17 September 1992)
1993
  • Kordinator Juri Lomba Kaligrafi Pameran Bistek Plus ’93, Masjid Istiqlal, Jakarta (12 Pebruari 1993)
  • Kordinator Juri Lomba Kaligrafi Hari Anak Nasional, PP Fatayat NU-Lemka, Taman Monas, Jakarta (15 Agustus 1993)
  • Ketua Juri Lomba Kaligrafi Porseni Guru Agama dan SD se-Jakarta Selatan, LPTQ Jakarta Selatan, Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta (15 Nopember 1993)
  • Kordinator Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Tk. Kodya Jakarta Selatan (1-3 Desember 1993)
1994
  • Kordinator Juri Lomba Kaligrafi, Kantor DPP Golkar, Jakarta (5 Maret 1994)
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Nasional XVII, Pekanbaru, Riau (17-23 Juli 1994)
  • Ketua Dewan Hakim Lomba Kaligrafi MTQ Santri dan Festival Anak Saleh Indonesia (Fasi) II, Gedung JCC Senayan, Jakarta (25-27 Oktober 1994)
1995
  • Ketua Juri Lomba Kaligrafi Antar Mahasiswa, IAI Jam’iyat Al-Khaer, Jakarta (25 Maret 1995)
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ XX Tk. Provinsi Jawa Barat, Kuningan (28-31 Maret 1995)
  • Kordinator Juri Lomba Kaligrafi SCTV, Jakarta (16 Mei 1995)
  • Ketua Juri Lomba Kaligrafi MTQ Antar Hotel dan Restoran Jakarta, IPERKAHRI, Hotel Hilton, Jakarta (7 Juni 1995)
  • Kordinator Juri Sayembara Cover Mushaf Alquran, Balitbang Departemen Agama RI, Jakarta (10 Juli 1995)
  • Kordinator Juri Lomba Kaligrafi Hari Anak Nasional, PP Fatayat NU-Lemka, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (23 Juli 1995)
  • Kordinator Juri Sayembara Kaligrafi Festival Istiqlal II 1995, Masjid Istiqlal, Jakarta (12-13 September 1995)
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Tk. Provinsi DKI Jakarta (5-8 Desember 1995)
  • Kordinator Dewan Hakim Kaligrafi MTQ XXVI Tk. Kecamatan Ciputat (9 Desember 1995)
1996
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ XXIX Tk. Kabupaten Tangerang (9-13 Januari 1996)
  • Ketua Juri Lomba Kaligrafi Festival Anak Saleh, Hotel Sahid Jakarta (5 Pebruari 1996)
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ XXVII Tk. Propinsi Jambi, Batanghari, Jambi (7-9 Juni 1996)
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ XX Tk. Provinsi Jawa Barat, Purwakarta (10-14 Juni 1996)
  • Ketua Juri Lomba Kaligrafi Hari Anak Nasional, PP Fatayat NU, Taman Mini Indonesia Indah Jakarta (23Juli 1996)
  • Ketua Juri Lomba Mewarnai Kaligrafi HUT Kemerdekaan RI, Rumah Ibu Imron Rosyadi, Menteng, Jakarta (30 Agustus 1996)
  • Kordinator Juri Lomba Kaligrafi HUT XVI Badan Kontak Majlis Ta’lim (BKMT), Masjid Istiqlal Jakarta (20 Desember 1996)
1997
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ XXX Tk. Kabupaten Tangerang, Balaraja (19-23 Maret 1997)
  • Kordinator Juri Sayembara Kaligrafi Anak-anak Pengisi Liburan Sekolah, Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (29 Juni 1997)
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Nasional XVIII, Kota Jambi, Jambi (9-15 Juli 1997)
  • Kordinator Dewan Juri Lomba Kaligrafi Hari Anak Nasional, PP Fatayat NU-Lemka, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (23 Juli 1997)
  • Ketua Juri Lomba Kaligrafi Karyawan PHRI, Presiden Hotel, Jakarta (15 September 1997)
1998
  • Ketua Dewan Hakim Kaligrafi MTQ XXXI Kabupaten Tangerang, Kosambi (24-25 Pebruari 1998)
  • Dewan Hakim Peraduan Menulis Khat ASEAN, Brunei Darussalam (21-23 September 1998)
  • Ketua Juri Sayembara Kartu Tahun Baru Hijriyah 1420, Departemen Agama, Masjid Istiqlal, Jakarta (23 Desember 1998)
1999
  • Ketua Dewan Juri Lomba Kaligrafi Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) IV, Asrama Haji, Bekasi (11-13 Juli 1999)
  • Kordinator Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Tk. Kodya Jakarta Selatan, Kantor Walikota Jakarta Selatan (9 Oktober 1999)
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Tk. Provinsi DKI Jakarta (2-5 Nopember 1999)
  • Ketua Juri Lomba Kaligrafi Antar Karyawan IPERKAHRI, Hotel Kemang, Jakarta (13 Nopember 1999)
2000
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ XXXIII Tk. Kabupaten Tangerang, Rajeg (26-27 Januari 2000)
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Nasional XIX, Palu, Sulawesi Tengah (2-8 Juni 2000)
2001
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ XXIII Tk. Provinsi Jawa Barat, Kota Sukabumi (16-24 April 2001)
  • Ketua Dewan Juri Kaligrafi Pekan Olahraga dan Seni Pesantren Nasional (POSPENAS) I, Ma’had Al-Zaytun, Indramayu (28 Oktober-1 Nopember 2001)
  • Juri Lomba Cerdas Cermat Kandungan Alquran, LPTQ DKI Jakarta, Gedung RRI, Jakarta (13-15 Nopember 2001)
2002
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ XXXIV Tk. Kabupaten Tangerang, Pagedongan (18-21 Maret 2002)
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ XXIV Tk. Provinsi Jawa Barat, Kota Cirebon (6-12 Mei 2002)
  • Dewan Hakim Peraduan Menulis Khat ASEAN, Brunei Darussalam (10-13 September 2002)
  • Kordinator Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Tk. Provinsi DKI Jakarta, Gedung Walikotamadya Jakarta Barat (19 September 2002)
2003
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ XXV Tk. Provinsi Jawa Barat, Kota Tasikmalaya (25-28 Pebruari 2003)
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Nasional XX, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (1-9 Juli 2003)
  • Ketua Dewan Juri Kaligrafi Pekan Olahraga dan Seni Pesantren Nasional (POSPENAS) II, Ma’had Raudlatul Ulum, OKI, Sumatera Selatan (20-28 Agustus 2003)
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Mahasiswa Nasional VIII, Kampus UNPAD, Bandung (25-27 September 2003)
  • Kordinator Juri Lomba Kaligrafi Festival Seni Budaya Islam Nusantara (FESBIN) 2003, Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (5 Oktober 2003)Kordinator Dewan Hakim MTQ Tk. Kota Bogor, Gedung MAN 2 Baranangsiang, Bogor (24 Desember 2003)
2004
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ XXVI Tk. Provinsi Jawa Barat, Kota Bogor (2-8 Maret 2004)
  • Kordinator Juri Lomba Kaligrafi Arsitektur, Fakultas Teknik UMJ, Jakarta (20 Maret 2004)
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ XXXVI Tk. Kabupaten Tangerang, Pakuhaji (21-22 April 2004)
  • Ketua Juri Lomba Kaligrafi Pesta Budaya Sinbad, Fakultas Ilmu Budaya UI, Depok (10 Mei 2004)
  • Dewan Hakim Peraduan Menulis Khat ASEAN, Brunei Darussalam, (30 Agustus-2 September 2004)
  • Ketua Juri Festival Kaligrafi Lembaga Dakwah Kampus Fakultas Adab dan Humaniora-Lemka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (30 Oktober 2004)
2005
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ XXVII Tk. Kabupaten Tangerang, Cisauk (24-27 Maret 2005)
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ XXVII Tk. Provinsi Jawa Barat, Garut (2-9 April 2005)
  • Ketua Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Tk. Provinsi DKI Jakarta, Gd. Jakarta Islamic Centre, Jakarta utara (16-21 April 2005)
  • Ketua Dewan Hakim Kaligrafi Pekan Olahraga dan Seni Pesantren Nasional (POSPENAS) III, Medan (19-22 September 2005)
  • Ketua Juri Lomba Kaligrafi dalam Forum Gebyar Kaligrafi 2005 20 Tahun Lemka, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (24 September 2005)
2006
  • Ketua Majelis Hakim Kaligrafi MTQ Tk. Provinsi DKI Jakarta, Jaksel (10-14 April 2006)
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Tk. Provinsi Jawa Barat XXVIII, Kota Bekasi (16-23 April 2006)
  • Ketua Majelis Hakim Kaligrafi MTQ Nasional XXI, Kendari, Sulawesi Tenggara (29 Juli-5 Agustus 2006)
  • Ketua Dewan Hakim Peraduan Menulis Khat ASEAN, Brunei Darussalam (9-12 Agustus 2006)
  • Kordinator Juri Lomba Kaligrafi Yayasan Pendidikan Nurul Islam, Tangerang-Banten (10 Nopember 2006)
2007
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Provinsi Riau di Kabupaten Pelalawan (2-4 Mei 2007)
  • Kordinator Juri Lomba Kaligrafi Islamic Art Fair 2007, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (8 Mei 2007)
  • Ketua Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Mahasiswa Nasional X, Kampus UNSRI Palembang (27 Juli- 2 Agustus 2007)
  • Ketua Dewan Juri Lomba Logo UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (16 Agustus 2007)
  • Ketua Majelis Hakim Kaligrafi MTQ Provinsi DKI Jakarta, Kampus Institut PTIQ Jakarta (4-11 September 2007)
  • Ketua Juri Lomba Kaligrafi Nuansa Ramadhan, Lemka-Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta, Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki, Jakarta (25 September 2007)
  • Ketua Juri Lomba Kaligrafi POSPENAS IV, GOR Samarinda (1-5 Nopember 2007)
2008
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Kabupaten Kampar-Riau, (22-24 Januari 2008)
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Kabupaten Siak-Riau, (29-31 Januari 2008)
  • Ketua Majelis Hakim Kaligrafi MTQ Provinsi DKI Jakarta, (10-12 Maret 2008)
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung (16-22 Maret 2008)
  • Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Provinsi Riau, Siak (5-10 April 2008)
  • Ketua Majelis Hakim Kaligrafi MTQ Provinsi Papua Barat, Fakfak (22-30 April 2008)
  • Ketua Majelis Hakim Kaligrafi MTQ Nasional XXII, Kota Serang-Banten (17-24 Juni 2008)
  • Ketua Dewan Hakim Kaligrafi Musabaqah Al-Qur’an Nasional (MAN) VII Telkomgroup 2008, Banda Aceh (29 Juni-3 Juli 2008)
  • Ketua Juri Lomba Kaligrafi Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) Nasional VII, Wisma Haji Pondok Gede Jakarta (4-5 Juli 2008)
Selengkapnya...

KALIGRAFI DI ANGIN REFORMASI

Written by Drs H Didin Sirojuddin AR, M.Ag on Minggu, 16 November 2008 at 05.26

Angin berhembus sangat kencang. Tetapi “angin reformasi” berhembus lebih kencang. Derunya menerpa segala benda kehidupan yang dilewatinya. Akibatnya, semua terjangkit demam reformasi.

Agaknya, demam panas juga menimpa kaligrafi. Yang ini, bahkan reformasi dan revolusi sekaligus. Para seniman, khattat, santri, pelajar, dan mahasiswa bergerak senyawa dengan seni yang lagi digandrungi di Tanah Air ini. Dari yang baru mau mulai hingga yang berusaha menjadikannya profesi.

Gerakan arus minat terhadap kaligrafi mendorong dibukanya pelajaran ekstrakurikula kaligrafi di sekolah-sekolah. Ada pula yang memasukkannya sebagai mata pelajaran wajib muatan lokal. Sanggar-sanggar kaligrafi semakin bermunculan, seiring pergelaran lukisan kaligrafi di galeri-galeri seni rupa hingga pabrik-pabrik bingkai pinggir jalan. Ada pula yang menjajakan cenderamata kaligrafi di warung nasi dan steam bath mobil.


Mengiringi gemuruh aktivitas tersebut, beberapa komponen pengembang kaligrafi juga bertambah aktif. Misalnya lomba-lomba kaligrafi di arena MTQ dan even-even lain. International Calligraphy Competition untuk mengenang al-khattat Imaduddin al-Hasani juga siap digelar di Ankara, Turki, dan akan banyak diikuti para khattat dari aneka penjuru dunia termasuk Indonesia. Berita Peraduan Menulis Khat ASEAN di Brunei Darussalam yang 75 % langganan pemenangnya dari Indonesia, diperkirakan sebentar lagi akan keluar.

Semuanya semakin menambah semangat spiritualitas, visi, dan pendalaman para khattat, pelukis, dan peminat kaligrafi. Maka muncullah suara-suara agar gerakan itu diperkencang lagi. Semangat ini telah menghilangkan hambatan para khattat dan pelukis kaligrafi untuk mengolah segala unsur rupaka yang dipadukan ornamen-ornamen artistik dan estetika khat dalam pelbagai variasinya.

Implikasinya benar-benar heboh. Ada tuntutan agar kaligrafi kontemporer benar-benar dikodifikasi dan dimasyarakatkan. Bahkan diusulkan masuk MTQ. Pelatihan-pelatihan di daerah-daerah juga tambah gencar. Yang lebih penting lagi: keinginan supaya pasar dibuka lebar-lebar agar para creator kaligrafi lebih menikmati hasil kerja mereka. Pasar, atau kesempatan jualan, tentulah jadi harapan para khattat, pelukis, dan pengusaha produk kaligrafi.

Di tengah deru angina reformasi, semua komponen musti bergerak. Saling dukung untuk kemakmuran bersama. Khattat dan pelukis makmur, bahkan siapa saja yang berminat mengolah kaligrafi ikut makmur.

*Buletin Gores Kalam No. 14, Lembaga Kaligrafi Alquran (Lemka), : Juli 2003
Selengkapnya...

Konsep Karya

Written by Drs H Didin Sirojuddin AR, M.Ag on at 05.01

Tahun 1987-1990

  1. Abajadun, 65x95 cm, cat minyak di kanvas, 1987
  2. Allah- Muhammad I, 50x70 cm, cat minyak di kanvas, 1987
  3. Zikir Penenteram Kalbu I, 30x40 cm, cat minyak di kaca, 1987
  4. Allahu Afdalu Ittikali, 30x40 cm, cat minyak di kaca, 19875
  5. Muhammadun Ajla Habibi, 30x40 cm, cat minyak di kaca, 1987
  6. Mengatakan Yang Pahit, 30x40 cm, cat minyak di kaca, 1987
  7. Do’a Mohon Limpahan Pengetahuan, 30x40 cm, cat minyak di kaca, 1987
  8. Rintihan Yang Kalah, 30x40 cm, cat minyak di kaca, 1987
  9. Zikir di Kala Alpa, 30x40 cm, cat minyak di kaca, 1987
  10. Dalam Takwa di Mana-mana, 30x40 cm, cat minyak di kaca, 1987
  11. Do’a Mohon Pampangkan Kebenaran Sebagai Kebenaran, 30x40 cm, cat minyak di kaca, 1987
  12. Di Dalam Cahaya Allah, 30x40 cm, cat minyak di kaca, 1987
  13. Kalimatullah Yang Maha Luhur I, 30x40 cm, cat minyak di kaca, 1987
  14. Pasrah Kepada Yang Maha Hidup, 30x30 cm, cat minyak di kaca, 1987
  15. Allah Cahaya Langit dan Bumi I, 30x40 cm, cat minyak di kaca, 1987
  16. Tempat Pengaduan, 50x60 cm, cat minyak di kanvas, 1987
  17. Allahu Akbar I, 70x70 cm, cat minyak di kanvas, 1988
  18. Ayat Cahaya, lingkar 100 cm, cat minyak di tripleks, 1988
  19. Keindahan Sabar, 70x70 cm, cat minyak di kanvas, 1988
  20. Tahniah Harun Nasution, 50x70 cm, cat minyak di kanvas, 1989
  21. Allah-Muhammad II, 30x40 cm, cat minyak di kanvas, 1989
  22. Petunjuk Jalan Lurus, 60x90 cm, cat minyak di kanvas, 1990
  23. Allahu Rabbi I, 30x40 cm, cat minyak di kanvas, 1990
  24. Allahu Ahad, 30x40 cm, cat minyak di kanvas, 1990
  25. Etika Menghormati dan Mendidik Anak, 30x40 cm, cat minyak di kanvas, 1990
  26. Menghindarkan Azab Neraka, 30x40 cm, cat minyak di kanvas, 1990
    27. Allahu Akbar II, 30x40 cm, cat minyak di kanvas, 1990
  27. Allahu Akbar III, 50x60 cm, cat minyak di kanvas, 1990
  28. Mohon Karunia Anak Saleh, 30x40 cm, cat minyak di kanvas, 1990
  29. Rumahku Syurgaku I, 40x50 cm, cat minyak di kanvas, 1990
  30. Zikir Penenteram Kalbu II, 50x60 cm, cat minyak di kanvas, 1990

Tahun 1991-1995
  1. Ketetapan Allah, 70x100 cm, cat minyak di kanvas, 1992
  2. Irama Basmalah, 50x70 cm, cat minyak di kanvas, 1993
  3. Basmalah Yang Indah, 50x50 cm, cat minyak di kanvas, 1993
  4. Huwa, 50x60 cm, cat minyak di kanvas, 1993
  5. Ya Rabbi, 50x60 cm, cat minyak di kanvas, 1993
  6. Rabbighfirli, 70x100 cm, cat minyak di kanvas, 1993
  7. Mencari Jalan Lurus, 45x45 cm, cat minyak di kanvas, 1993
  8. Sepucuk Do’a, 50x50 cm, media campuran di kanvas, 1993
  9. Pertolongan dan Kemenangan Yang Dekat, 40x40 cm, cat minyak di kanvas, 1993
  10. Do’a Pelapang Dada Pemudah Urusan I, 50x60 cm, cat minyak di kanvas, 1993
  11. Nuansa Iqra’, 60x90 cm, cat minyak di kanvas, 1993
  12. Nuansa Basmalah, 50x70 cm, cat minyak di kanvas, 1993
  13. Bukit Basmalah, 50x60 cm, cat minyak di kanvas, 1994
  14. Rumahku Syurgaku II, 45x45 cm, cat minyak di kanvas, 1994
  15. Tragedi Waktu, 90x120 cm, cat minyak di kanvas, 1994
  16. Ayat Kursi I, 110x135 cm, cat minyak di kanvas, 1994
  17. Samudera Al-Fatihah I, 110x135 cm, cat minyak di kanvas, 1994
  18. Do’a Pelapang Dada Pemudah Urusan II, 100x100 cm, cat minyak di kanvas, 1994
  19. Do’a Pelepas Beban, 100x100 cm, cat minyak di kanvas, 1994
  20. Yasin, 50x60 cm, cat minyak di kanvas, 1994
  21. Munajat Iman, 110x135, cat minyak di kanvas, 1994
  22. Dua Perisai, 110x135 cm, cat minyak di kanvas, 1994

1996-2000
  1. Di Angkasa Basmalah, 80x100 cm, cat minyak di kanvas, 1996
  2. Maha Pemberi Rezeki, 50x60 cm, cat minyak di kanvas, 1996
  3. Qul Lan Yushibana, 50x60 cm, cat minyak di kanvas, 1996
  4. Lingkaran Ayat Kursi, diameter 100 cm, cat minyak di kanvas, 1997
  5. Zikir dan Syukur, 60x70 cm, cat minyak di kanvas, 1999
  6. Kedigdayaan Kalam I, 80x100 cm, media campuran di kanvas, 1999
  7. Deklarasi Prinsip, 50x60 cm, cat minyak di kanvas, 1999
  8. Basmalah, 40x40 cm, akrilik di kanvas, 2000
  9. Di Bawah Panji-panji Persaudaraan Umat I, 70x100 cm, cat minyak di kanvas, 2000
  10. Tuhanku Gantungan Harapanku, 25x30 cm, media campuran di kanvas, 2000
  11. Do’a Kebaikan Dunia Akhirat, 40x50 cm, akrilik di kanvas, 2000
  12. Ya Tawwab Ya Ghaffar, 25x30 cm, akrilik di kanvas, 2000
  13. Basmalah Yang Indah, 40x40 cm, akrilik di kanvas, 2000
  14. Nikmat Tiada Terbantahkan I, 40x40 cm, media campuran, 2000
  15. Mencondongi Perdamaian, 50x60 cm, cat minyak di kanvas, 2000
  16. Ya Ghaniyyu Ya Razzaq, 25x30 cm, akrilik di kanvas, 2000
  17. Di Bukit Basmalah, 40x40 cm, media campuran di kanvas, 2000

2001-2005
  1. Do’a Pelapang Dada Pemudah Urusan III, 30x30 cm, cat minyak di kaca, 2001
  2. Kuasa Sang Maha Raja, 30x30 cm, media campuran di kertas, 2001
  3. Di Atas Buana Basmalah, 30x30 cm, media campuran di kertas, 2001
  4. Wahai Anakku, 30x40 cm, media campuran di kertas, 2001
  5. Al-Malikul Kuddusus Salam, 35x35 cm, cat minyak di kanvas, 2001
  6. Allahu Rabbi I, 25x25 cm, cat minyak di kaca, 2001
  7. Ayat Kursi II, 30x30 cm, media campuran di kertas, 2001
  8. Cintaku Negeriku, 30x30 cm, media campuran di kertas, 2001
  9. Mohon Petunjuk Jalan Lurus, 30x30 cm, media campuran di kertas, 2001
  10. Di Bukit Zikir Penenteram Kalbu, 60x70 cm, cat minyak di kanvas, 2001
  11. Debur Ombak Alam Nasyrah I, 80x100 cm, cat minyak di kanvas, 2001
  12. Subhanallah, 25x25 cm, cat minyak di kaca, 2001
  13. Samudera Al-Fatihah II, 90x120 cm, media campuran di kanvas, 2002
  14. Yang Maha Kukuh Kuat, 50x60 cm, cat minyak di kanvas, 2002
  15. Perahu Lomba Menuju Kebaikan, 50x60 cm, cat minyak di kanvas, 2002
  16. Debur Ombak Alam nasyrah II, 80x100 cm, media campuran di kanvas, 2003
  17. Tragedi Waktu, 60x80 cm, media campuran, 2002
  18. Mahasuci Tuhanmu, 50x60 cm, cat minyak di kanvas, 2002
  19. Keuntungan Terbaik, 60x60 cm, akrilik di kanvas, 2002
  20. Do’a Pelapang Dada Pemudah Urusan IV, 80x100 cm, cat minyak di kanvas, 2002
  21. Rumahku Syurgaku VI, 67x95 cm, cat minyak di kanvas, 2002
  22. Mukmin Paling Beruntung, 50x60 cm, cat minyak di kanvas, 2002
  23. Sang Saka Negeriku Tercinta, 50x70 cm, media campuran di kanvas, 2002
  24. Mohon Petunjuk Jalan Lurus, 50x60 cm, media campuran di kanvas, 2002
  25. Allah, 50x50 cm, akrilik di kanvas, 2002
  26. Yang Pemurah Penyayang, 90x120 cm,
  27. Allah Cahaya Langit dan Bumi II, 70x100 cm, cat minyak di kanvas, 2002
  28. Hening Bening Telaga Alam Nasyrah, 90x120 cm, media campuran, 2002
  29. Telaga Cahaya Sang Pemberi Rezeki, 45x65 cm, cat minyak di kanvas, 2002
  30. Wa Rabbaka Fakabbir, 40x50 cm, cat minyak di kanvas, 2002
  31. Permainan Kehidupan Dunia, 80x100 cm, media campuran dan kolase di kanvas, 2002
  32. Panggilan ke Kampung Damai, 90x120 cm, media campuran di kanvas, 2002
  33. Al-Haiyul Qaiyum, 80x100 cm, cat minyak di kanvas, 2002
  34. Do’a Pelapang Dada Pemudah Urusan V, 60x80 cm, media campuran, 2003
  35. Do’a Pelapang Dada Pemudah Urusan VI, 50x60 cm, cat minyak di kanvas, 2003
  36. Di Bawah Panji-panji Persaudaraan Umat II, 80x100 cm, cat minyak di kanvas, 2003
  37. Kedigdayaan Kalam II, 80x100 cm, media campuran, 2003
  38. Alhamdulillah I, 30x30 cm, akrilik di kanvas, 2003
  39. Allahu Rabbi II, 29x42 cm, tinta dan akrilik di kertas, 2003
  40. Munajat Ampunan, 100x100 cm, akrilik di kanvas, 2003
  41. Do’a Pelapang Dada Pemudah Urusan VI, 42x52 cm, media campuran di kanvas, 2003
  42. Gemuruh Zikir La Ilaha Illallah, 80x100 cm, cat minyak di kanvas, 2003
  43. Alhamdulillah II, 60x80 cm, cat minyak di kanvas, 2003
  44. Tali Nan Kukuh Kuat, 50x60 cm, media Campuran, 2003
  45. Qul Huwallah, 48x48 cm, akrilik di kanvas, 2003
  46. Attawwaburrahim, 30x30 cm, akrilik di kanvas, 2003
  47. Allahu Akbar IV, 41x59 cm, tinta dan akrilik di kertas, 2003
  48. Ayat Kursi, 61x81 cm, media campuran di kanvas, 2003
  49. Al-Ghaniyyul Hamid, 30x30 cm, akrilik di kanvas, 2003
  50. Salam dari Yang Maha Penyayang, 61x115 cm, cat minyak di kanvas, 2003
  51. Basmalah Yang Indah, 30x30 cm, media campuran, 2003
  52. Do’a Keluarga Sakinah, 80x120 cm, media campuran di kanvas, 2004
  53. Perjanjian Suci, 60x80 cm, media campuran di kanvas, 2004
  54. Allahu Akbar V, 35x36 cm, tinta dan akrilik di kertas, 2004
  55. Nikmat Tiada Terbantahkan, 34x34 cm, tinta dan akrilik di kertas, 2004
  56. Kalimatullah Yang Maha Luhur II, 110x130 cm, cat minyak di kanvas, 2004
  57. Do’a Mohon Pilihan Hidup, 110x130 cm, akrilik di kanvas, 2004
  58. Tiga Zikir, 60x80 cm, cat minyak di kanvas, 2004
  59. Mencari Pertolongan dengan Sabar dan Shalat, 100x140 cm, media campuran di kanvas, 2004
Selengkapnya...